RSPAU dr. S. Hardjolukito terus memperkuat kualitas tata kelola sumber daya manusia melalui Pelatihan Analisis Beban Kerja (ABK) yang diselenggarakan oleh Paban II/Binteman Spersau. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan efektivitas perencanaan kebutuhan personel agar selaras dengan beban kerja dan tuntutan pelayanan kesehatan yang terus berkembang. Kegiatan yang dilaksanakan di ruang Akreditasi RSPAU ini berlangsung 2 hari pada 3-4 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut diikuti oleh personel dari berbagai satuan kerja di lingkungan RSPAU dengan menghadirkan narasumber dari Paban II/Binteman Spersau, yakni Kolonel Adm Efrizal Syah, S.AP., M.I.Pol., M.Han., Letkol Adm (W) Heni Susi Anggraini, dan PNS II C (W) Prima Putri Nurindraprasta. Selama pelatihan, peserta dibekali materi mengenai konsep dasar Analisis Beban Kerja, teknik pemetaan tugas dan fungsi jabatan, penghitungan beban kerja berdasarkan waktu kerja efektif, serta penyusunan kebutuhan personel sebagai dasar pengambilan kebijakan di bidang manajemen sumber daya manusia.
Dalam sambutan Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito yang dibacakan Kabidbangprofnakes & Riset RSPAU dr. S. Hardjolukito, menyampaikan bahwa pengelolaan sumber daya manusia merupakan salah satu faktor strategis dalam mendukung keberhasilan organisasi. Analisis Beban Kerja dinilai menjadi instrumen penting untuk menghasilkan perencanaan personel yang objektif melalui kesesuaian antara jumlah personel, kompetensi, dan beban tugas pada setiap jabatan maupun unit kerja.
Lebih lanjut, seluruh peserta didorong memanfaatkan pelatihan ini sebagai sarana meningkatkan kompetensi sekaligus menyamakan persepsi dalam penyusunan Analisis Beban Kerja. Hasil penyusunan ABK yang akurat diharapkan mampu menjadi landasan dalam penataan sumber daya manusia yang lebih efektif, memperkuat tata kelola organisasi, serta mendukung terwujudnya pelayanan kesehatan yang profesional, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Melalui pelatihan ini, RSPAU dr. S. Hardjolukito menegaskan komitmennya untuk terus membangun organisasi yang adaptif melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia. Perencanaan personel yang berbasis Analisis Beban Kerja diharapkan mampu meningkatkan efisiensi organisasi, mendorong budaya kerja yang akuntabel, dan menghadirkan layanan kesehatan yang semakin berkualitas bagi prajurit, keluarga TNI AU, dan masyarakat. Humas RSPAU

Komentar