Daftar Berita

Waspadai Penyakit Ginjal Akut: Gangguan Serius yang Datang Tiba-tiba

Penyakit ginjal akut atau Acute Kidney Injury (AKI) adalah kondisi ketika ginjal tiba-tiba kehilangan kemampuan untuk menyaring limbah dan cairan dari dalam darah. Gangguan ini terjadi dalam hitungan jam hingga beberapa hari, berbeda dengan penyakit ginjal kronis yang berkembang perlahan dalam jangka waktu panjang. Jika tidak segera ditangani, penyakit ginjal akut dapat menimbulkan komplikasi serius, bahkan mengancam nyawa.

Ginjal memiliki fungsi penting dalam menjaga keseimbangan cairan, elektrolit, serta membuang zat sisa metabolisme tubuh. Ketika fungsi tersebut terganggu secara mendadak, maka tubuh akan mengalami penumpukan racun, cairan, maupun ketidakseimbangan kimia yang berbahaya. Penderita ginjal akut sering menunjukkan gejala berupa penurunan jumlah urine, pembengkakan pada kaki atau wajah, mual, muntah, kelelahan, hingga kebingungan akibat perubahan elektrolit.

Ada banyak penyebab terjadinya ginjal akut. Beberapa di antaranya adalah dehidrasi berat, perdarahan yang masif, infeksi berat (sepsis), efek samping obat-obatan tertentu, maupun sumbatan pada saluran kemih seperti batu ginjal atau pembesaran prostat. Pada anak-anak, kasus ginjal akut juga bisa dipicu oleh infeksi tertentu yang menyebabkan kerusakan mendadak pada jaringan ginjal.

Diagnosis penyakit ginjal akut dilakukan dengan pemeriksaan darah, urine, serta pencitraan seperti USG ginjal. Langkah ini bertujuan untuk menilai seberapa parah fungsi ginjal menurun dan apa penyebab yang mendasarinya. Penanganan penyakit ginjal akut sangat bergantung pada penyebabnya. Bila disebabkan dehidrasi, maka pemberian cairan akan membantu. Jika dipicu obat-obatan tertentu, obat tersebut harus segera dihentikan. Pada kasus yang lebih berat, pasien mungkin membutuhkan terapi cuci darah (dialisis) sementara hingga fungsi ginjal kembali membaik.

Kabar baiknya, penyakit ginjal akut seringkali dapat pulih sepenuhnya jika dikenali dan ditangani sejak dini. Namun, jika terlambat, kondisi ini bisa berlanjut menjadi gagal ginjal kronis. Oleh karena itu, pencegahan sangat penting. Menjaga hidrasi tubuh, tidak sembarangan mengonsumsi obat tanpa resep dokter, segera memeriksakan diri bila ada gejala infeksi atau penurunan urine, serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan bagi yang berisiko tinggi dapat membantu melindungi ginjal dari kerusakan mendadak.

Penyakit ginjal akut mengingatkan kita bahwa kesehatan ginjal tak kalah penting dari organ lain. Dengan kewaspadaan, gaya hidup sehat, serta deteksi dini, kita bisa mencegah dampak buruk dan menjaga fungsi ginjal tetap optimal sepanjang hidup.Humas RSPAU 

Autisme: Memahami Lebih Dalam Gangguan Spektrum Perkembangan

Autisme atau Autism Spectrum Disorder (ASD) adalah suatu kondisi perkembangan yang memengaruhi cara seseorang berinteraksi, berkomunikasi, dan merespons lingkungan di sekitarnya. Disebut “spektrum” karena gejalanya sangat beragam, mulai dari ringan hingga berat. Beberapa anak dengan autisme dapat berfungsi hampir tanpa hambatan, sementara yang lain membutuhkan pendampingan intensif dalam kehidupan sehari-hari.

Tanda-tanda autisme biasanya mulai terlihat sejak usia dini, umumnya sebelum anak berusia tiga tahun. Gejala yang sering muncul antara lain kesulitan berkomunikasi, keterbatasan dalam kontak mata, kecenderungan melakukan aktivitas berulang, hingga minat yang sangat fokus pada hal-hal tertentu. Setiap individu dengan autisme memiliki karakteristik yang unik, sehingga pendekatan dan penanganannya pun harus disesuaikan.

Penyebab autisme hingga kini belum sepenuhnya diketahui. Para ahli meyakini bahwa faktor genetik dan lingkungan memiliki peran penting. Faktor risiko bisa meliputi riwayat keluarga dengan autisme, faktor resiko lain yaitu faktor lingkungan seperti, paparan terhadap faktor lingkungan tertentu selama perkembangan  awal, seperti zat kimia, infeksi, atau gangguan kehamilan, Namun, autisme bukanlah akibat dari pola asuh yang salah, dan hal ini penting dipahami agar tidak menimbulkan stigma terhadap keluarga maupun anak.

Diagnosis autisme dilakukan melalui evaluasi perkembangan oleh tenaga profesional, biasanya melibatkan psikolog, psikiater, atau dokter anak spesialis tumbuh kembang. Semakin cepat autisme dikenali, semakin baik pula intervensi yang dapat diberikan. Terapi yang umum dilakukan antara lain terapi wicara, terapi okupasi, terapi perilaku, serta dukungan pendidikan khusus. Intervensi dini terbukti mampu meningkatkan kemampuan komunikasi, kemandirian, serta kualitas hidup anak dengan autisme.

Di masyarakat, pemahaman mengenai autisme masih perlu terus ditingkatkan. Banyak anak dengan autisme menghadapi tantangan bukan hanya dari kondisi mereka, tetapi 

Vaksinasi Rabies Gratis untuk anjing dan kucing liar di wilayah Lanud Adisutjipto dan sekitarnya.

Vaksinasi Rabies Gratis! 
Dalam rangka menjaga kesehatan hewan peliharaan sekaligus melindungi masyarakat dari bahaya rabies, RSPAU dr. S. Hardjolukito bersama PDHI mengadakan Vaksinasi Rabies Gratis untuk anjing dan kucing liar di wilayah Lanud Adisutjipto dan sekitarnya.

Lokasi: Gedung Serbaguna Adisutjipto
Tanggal: 24 September 2025
Pukul: 08.00 – 10.00 WIB

Persyaratan:
 Hewan berasal dari wilayah Lanud Adisutjipto dan sekitar
 Kondisi sehat
 Usia minimal 4 bulan
 Tidak dalam kondisi bunting/menyusui

 Info & Pendaftaran: Hubungi Bagus (+62857 9999 4961)

Yuk, lindungi hewan kesayangan sekaligus cegah penyebaran rabies!

Ka RSPAU Dampingi Kasau Tinjau Booth Pusat Kesehatan TNI AU di TNI Fair 2025

Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito, Marsma TNI dr. Margono Gatot S., Sp.JP., turut hadir dalam rangkaian acara Pesta Rakyat – TNI Fair yang berlangsung di kawasan Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada tanggal 20–21 September 2025. Beliau hadir mewakili Kepala Pusat Kesehatan TNI Angkatan Udara (Kapuskesau) dan didampingi sejumlah pejabat Puskesau. Dalam kunjungan tersebut, Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito berkesempatan mendampingi Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) meninjau booth kesehatan TNI AU sekaligus memberikan penjelasan mengenai berbagai inovasi layanan kesehatan, termasuk program unggulan stem cell yang menjadi ikon pengembangan medis TNI AU.

Selama pameran berlangsung, diselenggarakan beragam kegiatan pelayanan kesehatan dan edukasi bagi masyarakat. Di antaranya adalah layanan cek kesehatan gratis dengan total 445 kunjungan pasien, terdiri dari pemeriksaan gula darah sebanyak 190 pasien, asam urat 181 pasien, dan kolesterol 74 pasien. Selain layanan kesehatan, pengunjung juga mendapat edukasi tentang identifikasi forensik gigi, pengenalan dental unit lapangan, serta miniatur untuk seleksi calon awak pesawat seperti BOT, HC, HPO, dan barany chair.

Tidak hanya itu, turut diperkenalkan pula informasi mengenai layanan stem cell dan genomic di fasilitas kesehatan TNI AU (Indonesian Air Force Stem Cell Center), sosialisasi hasil produksi obat-obatan dan PKRT dari Lafiau, serta edukasi interaktif berupa aero forensik game, identifikasi fungsi jantung secara digital, hingga pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Sebagai penunjang kesiapan medis, juga dilakukan penggelaran ambulans Mini ICU yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.

Booth kesehatan TNI AU tampil sebagai salah satu stan paling ramai dikunjungi karena menampilkan berbagai inovasi medis dari kolaborasi beberapa satuan, yakni Lakespra, RSPAU dr. S. Hardjolukito, Lakesgikut, Lafiau, RSAU dr. Esnawan Antariksa, dan RSAU dr. M. Salamun. Melalui keikutsertaan ini, RSPAU bersama jajaran kesehatan TNI AU menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat sekaligus memperlihatkan kesiapan serta inovasi kesehatan yang mendukung kekuatan TNI AU di masa depan. Humas RSPAU

Air Hujan yang Dulu Hilang, Kini Jadi Sandaran Pangan Warga Temon Gunungkidul

Bagi masyarakat Gunungkidul, air menjadi harta yang begitu berharga. Setiap tetesnya harus dijaga karena menentukan kesehatan, kebutuhan rumah tangga, hingga keberlangsungan ladang dan ternak. Namun kenyataannya, setiap musim kemarau sumber air banyak yang mengering, sementara ketika musim hujan tiba, air justru melimpah tetapi sering tidak tertampung dengan baik dan akhirnya terbuang percuma.

Berangkat dari kenyataan itu, dalam rangka HUT ke-13 RSPAU dr. S. Hardjolukito, HUT ke-80 Tentara Nasional Indonesia, dan HUT ke-69 PIA Ardhya Garini, RSPAU dr. S. Hardjolukito hadir di Padukuhan Temon, Kalurahan Giripurwo, Kapanewon Purwosari, Kabupaten Gunungkidul, Rabu (17/9/25), dengan membawa dua misi sekaligus yaitu membagikan bantuan air bersih 50.000 liter dan memberikan sosialisasi pemanfaatan air hujan. Tidak berhenti sampai di situ, RSPAU juga menyerahkan alat pengolah air hujan kepada warga, sebagai solusi nyata agar air yang turun dari langit dapat dimanfaatkan secara optimal.

Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito, Marsma TNI dr. Margono Gatot S., Sp.JP., menegaskan bahwa air bukan hanya soal kebutuhan harian, tetapi juga erat kaitannya dengan ketahanan pangan.

“Kami hadir di tengah masyarakat bukan sekadar menyalurkan bantuan, tetapi juga mengajak warga untuk mengelola air hujan secara bijak. Dengan cara ini, kita tidak hanya memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mendukung ketahanan pangan sebagaimana program pemerintah,” ujarnya.

Untuk memperkuat pesan tersebut, RSPAU menghadirkan Ibu Sri Wahyuningsih, S.Ag., pendiri Yayasan Banyu Bening Yogyakarta, yang memberikan edukasi mengenai cara sederhana namun efektif mengelola air hujan.

            “Air hujan yang selama ini terbuang bisa menjadi cadangan penting bagi keluarga, bahkan membantu kebutuhan pertanian di desa. Dengan langkah sederhana, masyarakat bisa lebih mandiri menghadapi musim kemarau,” jelasnya.

Acara ini turut dihadiri oleh para pejabat RSPAU dr. S. Hardjolukito, Ketua PIA Ardhya Garini Anak Ranting 001-05-3 RSPAU beserta pengurus, Panewu Purwosari, Kapolsek Purwosari, Danposmil Purwosari, Lurah Giripurwo, Kepala Dusun Temon, serta warga Padukuhan Temon yang menyambut dengan antusias.

Salah seorang warga mengaku bantuan ini sangat berarti bagi keluarganya.

 “Kalau kemarau panjang, kami biasanya harus membeli air atau menunggu kiriman tangki. Dengan bantuan ini kami sangat terbantu. Apalagi ada penjelasan tentang cara menampung air hujan, itu sangat bermanfaat agar kami bisa lebih mandiri,” ungkapnya dengan wajah sumringah.

Dengan mengusung tema HUT ke-13 “A Thousand is Better Than One” dan semangat “Unbreakable”, kegiatan ini tidak hanya memberikan solusi jangka pendek berupa bantuan air bersih, tetapi juga membuka wawasan masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan. RSPAU menegaskan komitmennya untuk selalu hadir, bukan hanya di rumah sakit, tetapi juga di tengah masyarakat, berjalan bersama untuk kesehatan, ketahanan pangan, dan masa depan lingkungan. Humas RSPAU

Selamat bergabung dr. Aplin Ismunanto, Sp.B

dr. Aplin Ismunanto, Sp.B
Dokter Spesialis Bedah RSPAU dr. S. Hardjolukito

 Jadwal Praktik:
Senin: 09.00 – 12.00 WIB
Rabu: 09.00 – 12.00 WIB
Jumat: 09.00 – 12.00 WIB

Melayani pasien BPJS dan UMUM

RSPAU dr. S. Hardjolukito terus berkomitmen memperluas layanan kesehatan dengan menghadirkan tenaga medis profesional. Kehadiran dr. Aplin Ismunanto, Sp.B memperkuat pelayanan spesialis bedah demi memberikan penanganan yang cepat, tepat, dan humanis.

Yuk, percayakan kesehatan Anda bersama tim medis terbaik di RSPAU.

Info lebih lanjut:

 +62 811 2280 8888 (CS)

Uji Fungsi Alkes 2025, MRI canggih RSPAU siap tingkatkan akurasi diagnostik

RSPAU dr. S. Hardjolukito menggelar kegiatan Uji Fungsi Pengadaan dan Modernisasi Alat Kesehatan Tahun Anggaran 2025. Acara ini dihadiri oleh Ketua Tim Uji Fungsi, Kolonel Kes dr. Muslimin, Sp.Rad., M.Kes., beserta tim, dan jajaran pejabat RSPAU (16/9/25). Kegiatan uji fungsi menjadi langkah penting dalam memastikan bahwa peralatan kesehatan yang baru diperoleh melalui program pengadaan dan modernisasi dapat beroperasi secara optimal, sesuai dengan standar mutu pelayanan rumah sakit. Melalui proses ini, RSPAU berkomitmen untuk menjamin bahwa setiap alat kesehatan yang digunakan mampu memberikan manfaat maksimal bagi pelayanan pasien maupun dalam mendukung kesiapan operasional TNI Angkatan Udara.

Salah satu fokus utama pada uji fungsi tahun ini adalah peralatan radiologi Magnetic Resonance Imaging (MRI). Alat ini diharapkan mampu memperkuat layanan diagnostik RSPAU, menghadirkan hasil pemeriksaan yang lebih akurat, dan mempercepat proses penegakan diagnosis medis. Unit Radiologi mendapat perhatian khusus untuk memastikan kesiapan operasional serta kelengkapan pendampingan teknis selama pengujian berlangsung.

Pelaksanaan uji fungsi melalui tahap evaluasi menyeluruh, mulai dari instalasi, kalibrasi, hingga uji coba penggunaan dalam skenario pelayanan nyata. Dengan cara ini, tim dapat memastikan bahwa setiap instrumen tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga siap dioperasikan oleh tenaga kesehatan sesuai prosedur standar.

Dalam pelaksanaan uji fungsi, sinergi antara tim penguji dan unit-unit terkait di RSPAU menjadi faktor kunci. Dukungan dari para tenaga kesehatan, khususnya di bidang radiologi, turut menentukan kelancaran proses pengujian dan memastikan hasil yang sesuai dengan harapan.

Ka RSPAU Marsma TNI dr. Margono Gatot S., Sp.JP., memberikan apresiasi atas kerja keras dan dedikasi tim. Beliau menekankan bahwa uji fungsi ini tidak sekadar rutinitas, melainkan bagian dari upaya strategis rumah sakit dalam menjaga kualitas layanan kesehatan. Menurutnya, modernisasi peralatan menjadi keniscayaan di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran.

Dengan adanya uji fungsi ini, RSPAU menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu layanan. Modernisasi alat kesehatan dipandang sebagai langkah nyata untuk menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, tepat, dan berkualitas tinggi bagi pasien. Selain itu, kesiapan peralatan juga menjadi bagian penting dalam mendukung peran RSPAU sebagai rumah sakit rujukan utama di lingkungan TNI Angkatan Udara.

Kegiatan uji fungsi pengadaan dan modernisasi alat kesehatan tahun 2025 di RSPAU diharapkan menjadi momentum berharga untuk memperkuat profesionalisme, memperluas cakupan pelayanan, serta meneguhkan posisi RSPAU dalam menjawab tantangan kesehatan di masa depan. Humas RSPAU

Live Talkshow Obrolan pagi RBTV

Senyum yang sehat bukan hanya membuat kita lebih percaya diri, tetapi juga menjadi kunci untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Sayangnya, kerusakan gigi seringkali dianggap sepele, padahal dampaknya bisa memengaruhi banyak hal dalam kehidupan sehari-hari.

Yuk, ikuti Live Talkshow Obrolan Pagi bersama Letkol Kes drg. Gunawan Raharjo, Sp.K.G. yang akan membahas “Solusi Cerdas Menangani Kerusakan Gigi”

Rabu, 17 September 2025
Pukul 10.00 – 11.00 WIB
LIVE di RBTV Asli Jogja

Karena di balik setiap senyum, ada kesehatan yang perlu kita jaga.

RSPAU Siap Adopsi Best Practice RSCM untuk Tingkatkan Pelayanan

Ka RSPAU dr. S. Hardjolukito Marsma TNI dr. Margono Gatot S, Sp.JP., melaksanakan audiensi strategis di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta (11/9/25). Dalam kunjungan tersebut, beliau diterima langsung oleh Direktur Utama RSCM, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Strategi Layanan, serta Direktur Medik dan Keperawatan. Pertemuan ini menjadi langkah penting untuk memperkuat kolaborasi sekaligus menggali pengalaman terbaik yang telah dijalankan RSCM dalam pengelolaan layanan kesehatan modern.

Dalam audiensi, Ka RSPAU dr. S. Hardjolukito menyampaikan komitmennya untuk mengembangkan layanan kesehatan dengan mengadopsi model Instalasi Gawat Darurat (IGD) modern, di mana pasien tidak dibiarkan menunggu lama, melainkan segera mendapatkan pelayanan cepat, efektif, dan terintegrasi. RSPAU juga menekankan perlunya kolaborasi antar-dokter yang tidak berpusat pada ego sektoral, melainkan mengedepankan kerja sama demi keselamatan dan kesembuhan pasien.

Selain itu, RSPAU berencana membangun Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) yang mampu terintegrasi dan interoperability, sehingga rekam medis pasien dapat diakses di berbagai layanan kesehatan. Upaya ini juga diharapkan mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi mekanisme pembayaran BPJS sekaligus meminimalkan potensi sengketa klaim. Di bidang pendidikan, RSPAU juga berkomitmen mengembangkan program fellowship singkat bagi para dokter, serta menjadikan IGD sebagai tempat pembelajaran praktis bagi dokter muda maupun residen, sehingga meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan di masa mendatang.

Ka RSPAU dr. S. Hardjolukito menambahkan bahwa penguatan kolaborasi dengan berbagai instansi, baik di bidang kesehatan maupun lintas sektor, perlu terus digiatkan. Hal ini mencakup pelaksanaan latihan bersama, pengajaran bagi dokter muda di IGD, serta program kolaboratif lainnya yang bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan dan profesionalisme. 

“Kami ingin belajar, berkolaborasi, dan mengembangkan inovasi yang berorientasi pada mutu pelayanan serta keselamatan pasien,” ujarnya dalam audiensi tersebut.

RSPAU berharap hasil pertemuan ini menjadi momentum untuk mempercepat transformasi layanan kesehatan. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, RSPAU dr. S. Hardjolukito optimis dapat semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung program nasional dalam peningkatan mutu pelayanan publik di bidang kesehatan. Humas RSPAU

Paket Pemeriksaan Medical check up

Selamat ya buat teman-teman yang sudah resmi diterima sebagai PPPK paruh waktu 
Jangan lupa segera lengkapi berkas administrasi sesuai ketentuan. Untuk pemeriksaan kesehatan (medical check up), bisa langsung dilakukan di RSPAU dr. S. Hardjolukito.
Biayanya terjangkau, mulai dari Rp 45.000,- sesuai kebutuhan jenis pemeriksaan.
Catatan:
• Jangan lupa bawa fotokopi KTP dan bolpen warna biru.
• Pendaftaran pasien dibuka Senin–Jumat pukul 07.30–10.00.
• Info lebih lanjut bisa hubungi +62 811-2280-8888 (WA)
Jadi, yuk segera urus kelengkapan berkasnya biar lancar proses selanjutnya

RSPAU Raih Penghargaan atas Implementasi Sistem Terintegrasi dari BPJS Kesehatan

Setiap pencapaian besar selalu lahir dari komitmen, kerja sama, dan dedikasi yang tidak pernah surut. Hal inilah yang kembali dibuktikan oleh RSPAU dr. S. Hardjolukito, yang berhasil meraih sertifikat penghargaan dari BPJS Kesehatan atas komitmen dalam penerapan transformasi pelayanan kesehatan.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan RSPAU Atas Komitmen Rumah Sakit dalam Implementasi Integrasi Sistem Antrean Online, Integrasi Sistem Klaim, Implementasi E-SEP, Finger Print & Frista, Implementasi Bridging Farmasi. Penerapan teknologi ini tidak hanya mempercepat proses layanan, tetapi juga menghadirkan transparansi dan kenyamanan yang lebih baik bagi pasien.

Acara penyerahan penghargaan berlangsung khidmat di Ruang Garuda Satu RSPAU. Sertifikat penghargaan diserahkan langsung oleh Direktur Teknologi dan Informasi BPJS Kesehatan, Dr. Ir. Edwin Aristiawan, M.M., CPM-A., CCGO., QRGP., CCCO., CSEP., dan diterima oleh Waka RSPAU dr. S. Hardjolukito yang hadir mewakili Ka RSPAU dr. S. Hardjolukito. Turut hadir dalam acara tersebut para pejabat RSPAU dan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta beserta rombongan.

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Waka RSPAU dr. S. Hardjolukito, Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi mendalam atas penghargaan yang diterima.

 “Kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada BPJS Kesehatan atas penghargaan ini, serta kepada seluruh anggota RSPAU atas kerja keras, dedikasi, dan loyalitas yang telah ditunjukkan. Penghargaan ini merupakan bukti nyata sinergi dan komitmen bersama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, penghargaan ini dipandang sebagai dorongan bagi RSPAU untuk terus meningkatkan mutu layanan kesehatan, memperkuat integrasi sistem informasi, dan memperluas kerja sama lintas sektor. Dengan demikian, masyarakat akan semakin merasakan pelayanan yang lebih cepat, tepat, dan transparan, tanpa mengurangi nilai humanis yang selalu dipegang teguh oleh para tenaga kesehatan.

ini juga menjadi bukti bahwa modernisasi pelayanan kesehatan tidak dapat dilepaskan dari peran teknologi. Namun, Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito menegaskan bahwa di balik kecanggihan sistem digital, faktor utama keberhasilan tetaplah terletak pada sumber daya manusia yang bekerja dengan sepenuh hati. Dedikasi dokter, perawat, dan seluruh tenaga kesehatan RSPAU menjadi fondasi yang memastikan layanan kesehatan tidak hanya efisien, tetapi juga penuh kepedulian.

Dengan diraihnya penghargaan ini, RSPAU Hardjolukito berharap dapat terus menjaga kepercayaan publik dan mengukir prestasi baru di bidang pelayanan kesehatan. Sinergi antara teknologi dan nilai kemanusiaan akan menjadi kunci bagi RSPAU dalam menjawab tantangan sekaligus memenuhi harapan masyarakat di masa mendatang. Humas RSPAU

RSPAU Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad 1447 H

RSPAU dr. S. Hardjolukito menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H di Masjid At-Taqwa dengan penuh khidmat, Kamis (11/9/25). Kegiatan dihadiri Wakil Kepala RSPAU, Ketua PIA Ardhya Garini Ranting 001-05-3 RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito beserta pengurus, serta seluruh civitas hospitalia RSPAU.

Hadir sebagai penceramah, Prof. Dr. K.H. Abdul Mustaqim, M.Ag., yang menyampaikan tausiyah mengenai keteladanan akhlak Rasulullah SAW. Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya menjadikan sunnah Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman hidup, khususnya bagi personel TNI dalam membangun karakter yang berlandaskan iman dan moralitas.

Peringatan Maulid tahun ini mengangkat tema “Membangun Karakter Personel TNI yang Prima Melalui Sunnah Rasulullah SAW”. Tema tersebut sejalan dengan semangat RSPAU untuk terus meningkatkan profesionalisme, integritas, dan pengabdian seluruh personelnya.

Dalam kesempatan ini, Wakil Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito membacakan sambutan Kepala RSPAU RSPAU dr. S. Hardjolukito yang menekankan pentingnya menjadikan momentum peringatan Maulid sebagai inspirasi dalam pengabdian sehari-hari.
“Mari kita gunakan momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini sebagai inspirasi nyata dalam memperkuat karakter, meningkatkan kinerja, dan menumbuhkan etos kerja yang dilandasi iman serta semangat pengabdian kepada bangsa dan negara,” kata Ka RSPAU dr. S. Hardjolukito.

Acara berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan, mulai tausiyah hingga dari doa bersama. Peringatan ini diharapkan mampu mempererat ukhuwah di lingkungan RSPAU serta memperkuat motivasi dalam menjalankan tugas pelayanan kesehatan bagi prajurit TNI/TNI AU, PNS dan keluarga serta masyarakat umum. Humas RSPAU